Sistem Manajemen

Manajemen membuat organisasi teratur. Manajemen mengatur orang2 dalam organisasi sehingga akan terjadi keteraturan yang diinginkan oleh top manajemen. Manajemen dapat membuat organisasi mendapatkan karyawan2 yang tepat, membuat perencanaan yang sesuai arah yang diinginkan dan selanjutnya adalah memonitoring dan mengawasi kinerja para karyawan. Namun apakah hal ini akan dapat berlangsung terus menerus? Jika manajer berganti, apakah organisasi masih dapat mengatur karyawannya seefektif dan seefisien sebelumnya? Belum tentu. Karena belum tentu manajer yang baru akan sama komitmennya dengan manajer yang lama. Dan belum tentu skill dan pengetahuan manajer baru sama dengan yang lama. Inilah kendala dari suatu manajemen perusahaan. Dan ini terjadi dalam era belasan tahun yang lalu. Lalu bagaimana memperbaiki kelemahan manajemen seperti ini? Dengan membuat suatu prosedur terstandarisasi, deskripsi kerja tiap bagian terstandarisasi, semuanya tertuang secara tertulis dan melakukan perbaikan secara konsisten setiap kelemahan dalam organisasi, maka kelemahan yang ditemukan dalam manajemen tidak akan terjadi lagi. Inilah yang dinamakan system manajemen. Jadi siapapun yang menjadi manajer, semuanya akan berjalan sama dengan yang sebelumnya, bahkan akan bisa lebih baik lagi, yaitu dengan adanya perbaikan yang terus menerus.
Kelemahan manajemen seperti yang disebutkan diatas, banyak menyebabkan runtuhnya perusahaan2 tradisional yang telah puluhan tahun eksis. Dikala para foundernya yang mempunyai komitmen tinggi pensiun, maka para penerusnya yang tidak mempunyai komitmen yang sama dan tidak punya visi yang sama, akan membelokkan arah perusahaan kearah yang salah, sehingga mengakibatkan kebangkrutan. Sistem Manajemen akan membuat standar dalam prosedur, visi, deskripsi kerja masing masing bagian serta menuangkannya secara tertulis dan melakukan perbaikan terus menerus. Dengan panduan tertulis yang standar tersebut, siapapun yang memimpin perusahaan, maka arahnya tetap sama dengan hasil yang tidak akan jauh berbeda.
Yang membedakannya mungkin hanya semangat dan usaha.
Negara Jepang adalah contoh negara dengan system Kaizen yaitu suatu bentuk system manajemen. Kemajuan Jepang yang dapat bersaing dengan negara2 barat dan bahkan mampu melampaui negara pemimpin ekonomi dunia yaitu Amerika Serikat walau hanya dalam suatu sector bisnis, dapat menjadi bukti keampuhan suatu system manajemen. Korea Selatan mengekori Jepang dengan mengadopsi system manajemen yang diterapkan sebagian besar perusahaan2 dinegeri ginseng ini. Namun hal yang paling mencolok adalah kemajuan China. Bahkan beberapa pengamat eknomi dunia memperkirakan, China bakal menjadi kekuatan ekonomi dunia, melewati Amerika Serikat pada 25 tahun kedepan. Rahasia China adalah, banyak perusahaan2 dinegeri ini yang menerapkan system manajemen ISO yaitu ISO 9001 (Manajemen Mutu), ISO14001(Sistem Manajemen Lingkungan) serta OHSAS18001 (Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Indonesia, termasuk negara yang sangat sedikit perusahaan2nya yang mengadopsi system manajemen mutu ISO/OHSAS, sehingga walaupun berpenduduk cukup besar, namun kiprah ekonomi internasionalnya masih kurang diperhitungkan. Memang, system manajemen tidak akan selalu menjamin kesuksesan. Semuanya kembali tergantung kepada top manajemen dan komitmennya serta dukungan seluruh karyawan. Namun jika tidak diterapkan sekarang dan diperbaiki terus menerus, sampai kapan Indonesia dapat mendekati kemajuan yang telah dicapai oleh Korea Selatan dan China?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>